Luhah.com // Arab Saudi memperketat syarat istitaah kesehatan jamaah haji 2026 melalui pedoman terbaru di platform Nusuk Haji. Indonesia mulai menyiapkan penyesuaian regulasi nasional agar seluruh jamaah memenuhi standar kesehatan terbaru dari Kerajaan.
Pedoman tersebut menegaskan bahwa setiap calon jamaah wajib menunjukkan kelayakan kesehatan yang mencakup vaksinasi lengkap, kesiapan fisik, hingga pengelolaan penyakit kronis sebelum berangkat. Saudi menilai langkah ini mampu menekan risiko kesehatan dan menurunkan angka kematian selama penyelenggaraan haji.
Nusuk Haji menyebut kesehatan jamaah sebagai kunci kelancaran pelaksanaan haji. “Salah satu langkah terpenting untuk menjamin kelancaran perjalanan Haji adalah memprioritaskan kesehatan dan mempersiapkan diri secara fisik dan mental,” tulis pedoman tersebut.
Saudi menetapkan daftar vaksin wajib dan vaksin rekomendasi:
1. Meningitis ACYW
2. Polio bagi negara endemis
3. Demam kuning bagi jamaah dari kawasan berisiko
4. Coversi (usia 12+) — vaksin yang sah: Pfizer, Sinovac, Sputnik V
5. Vaksin flu musiman untuk lansia, balita, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis
Jamaah harus mengunggah sertifikat vaksin ke otoritas haji Saudi minimal 10 hari sebelum tiba di Arab Saudi.
Saudi memberi perhatian khusus pada jamaah lansia serta penderita penyakit berat seperti kanker lanjut, gangguan jantung-paru, gagal ginjal atau hati, dan demensia. Mereka harus berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum berangkat.
“Jamaah lansia dan penderita kondisi kronis berat hendaknya berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan sebelum memulai perjalanan haji,” tulis pedoman itu.
Jamaah juga harus membawa dokumen medis lengkap, obat asli, menyesuaikan jadwal konsumsi obat dengan perbedaan zona waktu, serta memastikan alat kesehatan pribadi tersedia, seperti oksigen portable atau alat bantu dengar.
Saudi merinci pedoman teknis terkait stamina fisik dan risiko suhu ekstrem. Nusuk menyarankan jamaah menjaga hidrasi, menghindari paparan matahari, beristirahat berkala, dan memakai kursi roda bila perlu.
“Kurangi paparan suhu tinggi, jaga tubuh tetap terhidrasi, dan cegah kepanasan dengan beristirahat di tempat yang lebih sejuk,” tulis pedoman terkait stres panas.
Platform Nusuk juga menyoroti risiko jatuh, masalah yang paling sering dialami jamaah lansia. Jamaah perlu memakai alas kaki yang tepat, meningkatkan kewaspadaan di area padat, dan menggunakan alat bantu mobilitas.
Saudi memperketat standar kebersihan jamaah. Pedoman menekankan etika batuk, kebersihan pakaian dan ruangan, serta kebiasaan mencuci tangan. Jamaah juga harus mewaspadai infeksi pernapasan, penyakit akibat nyamuk seperti dengue dan Zika, serta potensi keracunan makanan.
“Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin… hindari berbagi barang pribadi,” tulis pedoman.
(Run)

