Luhah.com // Indonesia terus menanggung tekanan ekonomi besar akibat berbagai bencana alam, dengan total kerugian yang mencapai rata-rata Rp22,85 triliun per tahun. Data Buku II Nota Keuangan Kementerian Keuangan menegaskan bahwa Tsunami Aceh 2004 masih memegang rekor sebagai bencana dengan kerugian terbesar sepanjang sejarah Indonesia, yaitu Rp51,4 triliun.
Kementerian Keuangan mencatat total kerugian bencana alam selama 15 tahun terakhir mencapai rata-rata Rp22,85 triliun per tahun, menandai besarnya dampak terhadap stabilitas nasional.
Setelah Tsunami Aceh, Gempa Yogyakarta 2006 menorehkan kerugian Rp29,15 triliun, disusul Gempa Padang 2009 sebesar Rp28,5 triliun.
Beberapa bencana besar lainnya juga meninggalkan kerugian signifikan:
Gempa dan tsunami Sulawesi Tengah 2018: Rp23,1 triliun.
Gempa NTB 2018: Rp18,2 triliun
Karhutla 2015: Rp16,1 triliun.
Banjir Jakarta 2007: Rp5,18 triliun.
Erupsi Merapi 2010: Rp3,63 triliun.
Deretan data tersebut menunjukkan besarnya ancaman bencana terhadap kondisi ekonomi nasional. Pemerintah memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan untuk menekan potensi kerugian serupa di masa mendatang. (run)

