Keputusan Rapat PanitiaKeputusan Rapat Panitia

Kerinci, Luhah.com – Rapat lanjutan Panitia Bupati Cup Kerinci 2025 di Kantor Kepala Desa Siulak Panjang pada Minggu (30/11/2025) menghasilkan keputusan final terkait polemik pertandingan antara PS Semurup dan SSB Song Song Barat. Panitia secara bulat menetapkan pertandingan ulang sebagai penyelesaian resmi.

Ketua Panitia, Adli, menegaskan keputusan tersebut berlandaskan regulasi turnamen dan merujuk pada surat kesepakatan 21 November 2025.

“Kami ingin turnamen berjalan fair dan sesuai regulasi. Semua pihak harus menjunjung sportivitas,” tegas Adli dalam rapat.

Panitia menetapkan tiga poin utama hasil rapat:

1. Pertandingan antara PS Semurup dan SSB Song Song Barat wajib diulang

Laga ulang berlangsung pada Kamis, 4 Desember 2025, dan semua peserta wajib hadir.

2. Larangan tampil untuk satu pemain PS Semurup

Panitia tetap memberlakukan larangan tampil terhadap pemain bernomor punggung 7, Pino Ramanda, hingga turnamen berakhir sesuai SK No.039/BC/XI/2025.

3. Sanksi otomatis jika PS Semurup tidak hadir

Panitia akan menjatuhkan sanksi langsung berupa:

  • Diskualifikasi dari Bupati Cup Kerinci 2025
  • Larangan mengikuti seluruh kegiatan PSSI selama lima tahun untuk seluruh unsur tim (pemain, official, dan manajer)

Di tengah keputusan resmi panitia, publik dikejutkan oleh unggahan di media sosial berisi surat sikap PS Semurup yang menyatakan mundur dari ajang Bupati Cup. Pernyataan itu pertama kali beredar melalui unggahan pegiat sepak bola Kerinci, Dedikasi Semuhut, dan langsung menyebar luas.

Dalam pernyataan tersebut tertulis:

“Kami, PS Semurup, dengan ini secara resmi mengundurkan diri dari ajang Bupati Cup Kerinci. Keputusan ini kami ambil karena rangkaian keputusan panitia yang kami nilai tidak adil, tidak transparan, dan cenderung berpihak, khususnya terkait keputusan tanding ulang tanpa mengizinkan pemain kami: Pino Ramanda, Eki Zeltoni, dan Agung Wicaksono untuk bermain.
Panitia mengambil keputusan tersebut tanpa mempertimbangkan itikad baik kami, tanpa menghargai skor pertandingan sebelumnya, serta tanpa menunjukkan surat protes resmi ataupun meminta klarifikasi dari pihak kami sebagai tim yang dipersoalkan. Hal ini menunjukkan bahwa proses yang terjadi tidak mengedepankan asas keadilan, keterbukaan, dan profesionalisme.
Dengan kondisi yang sangat merugikan tersebut, kami tidak melihat adanya ruang bagi tim kami untuk mendapatkan perlakuan yang setara. Oleh karena itu, demi menjaga martabat tim, pemain, serta sportivitas sepak bola Kerinci, kami menyatakan mengundurkan diri dari ajang Bupati Cup Kerinci.”

Sejauh ini, panitia belum menerima surat resmi terkait pengunduran diri tersebut.

Ketua PSSI Kerinci, Alfikri, mendukung penuh hasil rapat panitia.

“Keputusan pertandingan ulang bersifat final. Kita ingin kompetisi berjalan sehat. Bupati Cup bukan arena polemik, tetapi pembinaan sepak bola Kerinci,” ujar Alfikri.

Meski surat sikap PS Semurup beredar di media sosial, panitia masih menunggu konfirmasi resmi dari manajemen klub sebelum laga ulang Kamis, (4/12/2025).

Panitia memastikan akan mengambil tindakan sesuai tata tertib turnamen setelah menerima jawaban resmi. (Tim)

Shares