Kesehatan, Luhah.com // Musim hujan meningkatkan risiko flu, demam berdarah, diare, dan berbagai penyakit lain akibat perubahan suhu serta lingkungan yang lembap. Masyarakat perlu menjaga kebersihan dan memperkuat daya tahan tubuh agar tetap sehat sepanjang musim hujan.
Musim hujan sering memicu lonjakan penyakit, mulai dari influenza, ISPA, demam berdarah dengue (DBD), diare, sampai leptospirosis. Udara lembap mempercepat penyebaran virus, sementara genangan air memberi ruang bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak. Kondisi banjir juga meningkatkan risiko kontaminasi makanan dan air.
Beberapa penyakit yang perlu masyarakat waspadai pada musim hujan meliputi:
1. Influenza dan ISPA. Udara lembap dan perubahan suhu mempercepat penyebaran virus.
2. DBD. Genangan air memungkinkan nyamuk Aedes aegypti berkembang biak dan menularkan virus dengue.
3. Diare dan infeksi pencernaan. Banjir dan cuaca buruk membuat air serta makanan lebih mudah terkontaminasi.
4. Leptospirosis. Urin tikus yang mencemari air atau tanah saat banjir meningkatkan risiko penularan penyakit ini.
Untuk mencegah penyakit tersebut, masyarakat dapat menerapkan langkah-langkah berikut:
1. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan dengan mencuci tangan dan menghilangkan genangan air.
2. Mengonsumsi makanan bergizi untuk memperkuat daya tahan tubuh, terutama yang kaya vitamin C.
3. Meminum air matang untuk mencegah gangguan pencernaan.
4. Mengatur waktu istirahat minimal 7–8 jam setiap hari agar imun tetap kuat.
5. Membawa perlengkapan hujan seperti payung atau jas hujan, mengenakan jaket, dan mengeringkan tubuh setelah kehujanan.
6. Menghindari genangan air untuk mengurangi risiko penyakit kulit dan leptospirosis.
7. Berolahraga secara rutin agar tubuh tetap bugar.
8. Mengikuti vaksinasi influenza untuk menambah perlindungan.
Langkah sederhana tetapi konsisten dapat membantu masyarakat menjaga kesehatan dan menekan risiko penyakit selama musim hujan. (run)

