Sumatra, Luhah.com – Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera sepanjang tahun 2025 menyebabkan dampak kemanusiaan besar. Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui dashboard resmi per Senin (8/12/25) menunjukkan eskalasi korban dan kerusakan terus meningkat.
BNPB melaporkan total 1.200 orang meninggal dunia dan hilang. Dari jumlah tersebut, 950 orang meninggal dunia, sementara 274 lainnya masih hilang. Sekitar 5.000 warga juga mengalami luka-luka akibat rangkaian bencana di berbagai wilayah.
Kerusakan besar juga terjadi pada permukiman. BNPB mencatat sekitar 156 ribu rumah rusak di 52 kabupaten/kota di Pulau Sumatera, dengan tingkat kerusakan mulai dari ringan hingga berat.
Bencana terparah menimpa tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Setiap wilayah mencatat skala kerusakan dan jumlah korban yang berbeda, dipengaruhi intensitas curah hujan, kondisi geografis, dan kesiapsiagaan mitigasi bencana di masing-masing daerah.
BNPB menyebut cuaca ekstrem sebagai faktor utama meningkatnya kejadian bencana tahun ini. Dinamika iklim regional memicu curah hujan tinggi dan ketidakstabilan tanah di banyak kawasan perbukitan.
Hingga hari ini, tim gabungan dari BNPB, TNI-Polri, Basarnas, relawan, dan pemerintah daerah terus mencari korban hilang serta membangun kembali infrastruktur dasar yang terdampak. Ribuan warga masih bertahan di pos-pos pengungsian sambil menunggu kondisi memungkinkan untuk kembali ke rumah mereka.
Pemerintah pusat mengupayakan percepatan penanggulangan darurat dan pemulihan pascabencana, termasuk distribusi logistik, layanan kesehatan, dan perbaikan permukiman rusak. (Tim)

