Luhah.com // Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH menegaskan komitmen mewujudkan desa bebas sampah pada 2030 saat menutup Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kota Sungai Penuh, Kamis (19/12).
Alfin bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah menutup kegiatan tersebut di Markas Korem 042/Garuda Putih (Gapu). Pemerintah Kota Sungai Penuh menyelenggarakan Bimtek ini sebagai wadah konsolidasi, sinkronisasi, dan akselerasi antara pemerintah desa dan BPD guna memperkuat Program Sungai Penuh Juara, khususnya pengelolaan persampahan di desa.
Dalam sambutannya, Alfin menekankan peran strategis pemerintah desa sebagai garda terdepan perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat terhadap sampah. Ia menyatakan persoalan sampah sebagai isu serius yang membutuhkan kerja bersama seluruh elemen.
“Ini bukan kegiatan seremonial. Pengelolaan sampah merupakan persoalan besar yang membutuhkan penanganan bersama dan menjadi prioritas pemerintah kota,” tegas Alfin.
Alfin menjelaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah bergantung pada peran aktif pemerintah desa dalam membangun kesadaran masyarakat. Ia meminta setiap desa segera menyusun kebijakan dan regulasi pengelolaan sampah yang berkelanjutan agar program berjalan konsisten dan terarah.
Selain itu, Alfin menegaskan pentingnya keselarasan visi antara Pemerintah Desa dan Pemerintah Kota Sungai Penuh. Ia menilai kesamaan arah pembangunan tidak mengurangi kemandirian desa, melainkan memperkuat sinergi agar setiap program saling mendukung.
“Tidak boleh ada ego sektoral. Tujuan bersama kita adalah mewujudkan Sungai Penuh yang adil dan sejahtera,” tutup Alfin. (Tim)

