Luhah.com // PSIM Jogja menunjukkan mental baja saat menghadapi Bali United dalam laga penuh drama yang berakhir 3-3. Sempat tertinggal tiga gol, Laskar Mataram bangkit dan memaksa tim tamu pulang tanpa kemenangan.
Bali United langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Serdadu Tridatu menekan lini belakang PSIM dan membuka keunggulan lewat skema serangan cepat. Mereka terus menjaga tempo tinggi dan menambah dua gol tambahan. Bali United pun memimpin 3-0 dan tampak berada di atas angin.
Namun, PSIM Jogja menolak menyerah. Para pemain meningkatkan intensitas, mempercepat aliran bola, dan menekan pertahanan Bali United. Dukungan suporter di stadion ikut membakar semangat tim tuan rumah.
PSIM memperkecil ketertinggalan lewat gol pertama yang mengubah momentum pertandingan. Lini tengah mulai mendominasi permainan dan memaksa Bali United bertahan lebih dalam. Tekanan beruntun menghasilkan gol kedua yang membuat laga kembali hidup.
PSIM terus menggempur hingga menit akhir. Serangan cepat dari sisi sayap berbuah gol ketiga yang menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Stadion bergemuruh saat para pemain merayakan gol penyeimbang.
Bali United mencoba merespons pada sisa waktu pertandingan. Mereka membangun serangan dan mencari celah di pertahanan PSIM. Namun, barisan belakang Laskar Mataram tampil disiplin dan menggagalkan setiap peluang.
Skor 3-3 menutup laga sarat emosi ini. PSIM Jogja membuktikan karakter kuat dan semangat juang tinggi. Sementara itu, Bali United harus menerima kenyataan pahit setelah gagal menjaga keunggulan tiga gol. (Run)

