Perdana, Ini Tahapan Kenduri Sko Karang Setio TAP Kecamatan Koto Baru 2026Karamentang Koto Baru 2026

Masyarakat Karang Setio TAP, Kecamatan Koto Baru, mulai menjalankan rangkaian tahapan Kenduri Sko 2026 perdana sejak Februari. Tradisi adat tahunan ini mencakup sejumlah agenda penting yang berujung pada puncak upacara adat pada April 2026.

Masyarakat Karang Setio TAP, Kecamatan Koto Baru, akan menggelar Kenduri Sko perdana sebagai bentuk pelestarian adat dan budaya warisan nenek moyang. Seluruh rangkaian kegiatan Kenduri Sko 2026 melibatkan anak jantan dan anak batino di setiap luhah.

Tahapan awal Kenduri Sko berlangsung pada 7 Februari 2026 melalui agenda Arah Ajun Kenduri Sko. Anak jantan dan anak batino mendatangi pemangku adat untuk meminta izin menjatuhkan arah ajun di rumah Pesukuh Larih Panjang sebagai penanda dimulainya prosesi adat.

Rangkaian kegiatan berlanjut pada 15 April 2026 atau H-4 melalui agenda Bersih Negeri. Warga di setiap luhah melakukan gotong royong membersihkan lingkungan serta lokasi kegiatan agar seluruh prosesi berjalan tertib dan khidmat.

Pada 16 April 2026 atau H-3, masyarakat menggelar Lomba Parno sebagai bagian dari rangkaian kegiatan adat. Setiap luhah menyiapkan dan mengutus anak jantan untuk mengikuti perlombaan tersebut.

Tahapan berikutnya berlangsung pada 17 April 2026 atau H-2 melalui agenda Pembersihan Benda Pusaka. Masyarakat menurunkan dan membersihkan pusaka peninggalan nenek moyang sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai sejarah dan adat.

Kemudian pada 18 April 2026 atau H-1, setiap luhah melaksanakan Malemang. Kegiatan ini menjadi simbol rasa syukur serta pengingat pentingnya menjaga pusaka adat sebagai identitas masyarakat Karang Setio TAP.

Puncak Kenduri Sko Karang Setio TAP Kecamatan Koto Baru 2026 berlangsung pada 19 April 2026 atau H-0. Pada hari utama ini, masyarakat melaksanakan seluruh prosesi inti Kenduri Sko yang menjadi puncak perayaan adat tahunan.

Melalui rangkaian tahapan Kenduri Sko 2026, masyarakat Karang Setio TAP terus memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, serta komitmen menjaga adat dan budaya agar tetap hidup dari generasi ke generasi. (***)

Shares