TEHERAN, Luhah.com — Pemerintah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz bagi hampir seluruh kapal internasional di tengah meningkatnya konflik regional. Teheran hanya mengizinkan kapal dari Rusia dan Tiongkok melintasi jalur laut strategis tersebut.
Media pemerintah Iran menyiarkan pengumuman itu pada Selasa waktu setempat. Pemerintah Iran menyebut kebijakan ini sebagai langkah strategis sekaligus bentuk penghargaan atas dukungan diplomatik dan ekonomi dari Beijing dan Moskow.
Pejabat Iran menyatakan dukungan Rusia dan Tiongkok di berbagai forum internasional membantu Iran menghadapi tekanan Barat selama konflik dengan Israel dan Amerika Serikat.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran energi paling penting di dunia. Sekitar 20 persen konsumsi minyak global melintasi selat sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.
Otoritas Iran menegaskan hanya kapal berbendera Rusia dan Tiongkok yang boleh melewati jalur itu. Iran juga memberi wewenang kepada unit angkatan laut Korps Garda Revolusi Iran untuk menghentikan atau menyerang kapal yang melanggar aturan.
Larangan tersebut mencakup kapal tanker minyak, kapal pengangkut gas alam cair (LNG), dan kapal kargo dari negara lain. Aturan ini juga berlaku bagi kapal dari negara netral maupun negara kawasan.
Analis energi global memperingatkan keputusan Iran dapat memicu guncangan besar pada pasar energi dunia. Gangguan di Selat Hormuz berpotensi menghambat pasokan minyak dan gas dalam skala besar.
Jika ketegangan terus meningkat, harga energi global dapat melonjak tajam dan memicu krisis energi di berbagai negara.
Ditulis oleh: Medio Oktaviano

