pola asuh digital dalam keluargaPsikolog: Pola Asuh Digital Butuh Kerja Sama Seluruh Anggota Keluarga (dok.ANTARA/Ahmad Rifandi)

Penerapan pola asuh di era digital tidak bisa hanya dibebankan kepada orang tua. Seorang psikolog menegaskan, keberhasilan digital parenting sangat bergantung pada kerja sama seluruh anggota keluarga.

Psikolog Nuraida Wahyu menjelaskan, kesamaan pemahaman dalam keluarga menjadi kunci utama. Terutama dalam hal aturan penggunaan gawai bagi anak.

Jika hanya ayah dan ibu yang menerapkan batasan, sementara anggota keluarga lain membebaskan, maka aturan tersebut tidak akan berjalan efektif.

Peran Keluarga Jadi Penentu

Menurut Nuraida, seluruh anggota keluarga harus memiliki komitmen yang sama dalam mengawasi anak saat menggunakan perangkat digital.

Tanpa pengawasan yang konsisten, anak berisiko mengakses konten yang tidak sesuai dengan usianya. Hal ini bisa berdampak pada perkembangan mental dan sosial anak.

Karena itu, lingkungan keluarga harus menjadi sistem pendukung yang solid dalam menerapkan pola asuh digital.

Orang Tua Dituntut Melek Teknologi

Selain kerja sama keluarga, orang tua juga perlu memahami teknologi. Anak-anak saat ini sangat cepat beradaptasi dengan perangkat digital, bahkan sejak usia dini sudah mampu mengoperasikan aplikasi sendiri.

Dengan pemahaman yang baik, orang tua dapat:

  • Mengontrol penggunaan gawai
  • Memberikan batasan yang tepat
  • Mengedukasi anak tentang penggunaan teknologi yang sehat

Pendekatan ini penting agar anak tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga tetap aman serta berkembang secara sehat, baik secara mental maupun sosial.

Shares