Aplikasi pesan populer WeChat resmi melarang konten yang sepenuhnya dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI) tanpa campur tangan manusia. Kebijakan ini merupakan bagian dari pembaruan aturan operasional yang dilakukan oleh perusahaan induknya, Tencent Holdings.
Langkah tersebut diambil untuk menjaga kualitas dan keaslian konten di dalam platform, sekaligus mendorong kreativitas asli dari para pengguna.
AI Boleh Digunakan, Tapi Tidak Sepenuhnya Menggantikan Manusia
WeChat menegaskan bahwa penggunaan AI masih diperbolehkan, namun hanya sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti total dalam pembuatan konten.
Konten yang dilarang mencakup:
- Konten yang sepenuhnya dihasilkan AI tanpa ekspresi manusia
- Konten hasil gabungan otomatis tanpa kreativitas pengguna
- Publikasi massal menggunakan skrip atau program otomatis
Dengan kata lain, jika AI digunakan tanpa sentuhan manusia sama sekali, maka konten tersebut dianggap melanggar aturan.
Pelanggar Bisa Kena Sanksi Berat
WeChat juga menyiapkan sanksi tegas bagi akun yang melanggar aturan ini.
Sanksi tersebut meliputi:
- Pembatasan fitur akun
- Penghapusan konten
- Hingga pemblokiran akun secara permanen
Kebijakan ini sekaligus menjadi upaya untuk mencegah penyebaran spam, konten otomatis massal, serta potensi penyalahgunaan AI seperti manipulasi informasi.
Tren Global Pengawasan Konten AI
Langkah WeChat bukan satu-satunya. Platform lain seperti milik ByteDance juga mulai memperketat pengawasan terhadap konten berbasis AI.
Hal ini menunjukkan tren global di mana platform digital mulai membatasi penggunaan AI yang berlebihan demi menjaga keaslian dan kepercayaan pengguna.

