Sekda Sungai Penuh, Alpian Sekaligus Anak Batino Dasira Akan Diberi Gelar Kehormatan.Foto : Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, Alpian, SE, MM Dan Istri.

SUNGAI PENUH – Tokoh Adat Enam Luhah Sungai Penuh menemui Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sungai Penuh, Alpian, S.E., M.M., di kediamannya, Rabu (24/6/2026).

Silaturahmi tersebut sekaligus menjadi ajang penyampaian rencana penganugerahan gelar adat kehormatan kepada Sekda Alpian. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan.

Dalam kesempatan itu, perwakilan Tokoh Adat Enam Luhah menjelaskan bahwa mereka telah berkoordinasi dengan Ninik Mamak, Anak Jantan, Anak Batino, serta tokoh masyarakat terkait rencana pemberian gelar adat kehormatan tersebut.

Menurut tokoh adat, Alpian menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pembangunan daerah, menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat adat, serta mendorong pelestarian nilai-nilai budaya di Kota Sungai Penuh.

Tokoh adat juga mengungkapkan bahwa masyarakat adat Enam Luhah akan menyerahkan gelar adat kehormatan kepada Alpian pada puncak pelaksanaan Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh yang berlangsung pada 4 Juli 2026 di Tanah Mendapo Sungai Penuh.

Pada pertemuan itu, Anak Batino Enam Luhah Sungai Penuh menyampaikan harapan agar Sekda Alpian berkenan menerima gelar adat kehormatan tersebut sebagai simbol penghargaan dari masyarakat adat.

Mereka menilai penghargaan itu menjadi wujud rasa hormat masyarakat kepada pemimpin daerah yang aktif membangun komunikasi, mempererat kebersamaan, dan menjaga hubungan baik dengan berbagai elemen masyarakat.

Alpian Apresiasi Kepercayaan Masyarakat AdatMenanggapi penyampaian tersebut, Sekda Alpian mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan penghargaan dari masyarakat adat Enam Luhah Sungai Penuh.

“Terima kasih kepada Tokoh Adat, Ninik Mamak, dan seluruh masyarakat Enam Luhah atas penghargaan ini. Saya menerima kepercayaan tersebut dengan penuh rasa hormat dan tanggung jawab,” ujar Alpian.

Alpian menegaskan bahwa adat dan budaya memiliki peran penting dalam menjaga jati diri masyarakat sekaligus memperkuat persatuan di tengah perkembangan zaman.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur. Menurutnya, Kenduri Sko bukan hanya tradisi tahunan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi serta memperkuat identitas budaya masyarakat Sungai Penuh.

Silaturahmi tersebut turut dihadiri Tokoh Adat Enam Luhah Sungai Penuh, Ninik Mamak, Anak Jantan, Anak Batino, serta sejumlah unsur terkait. Suasana akrab dan semangat pelestarian adat mewarnai jalannya pertemuan hingga akhir kegiatan.

Shares