Pedagang Depan Gedung Nasional Klaim Bayar Uang Listrik Rp5.000, Siapa yang memungut ?Foto : Pedagang Kaki Lima Depan Gedung Nasional Kota Sungai Penuh.

Sungai Penuh โ€“ Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di depan Gedung Nasional Kota Sungai Penuh mengaku membayar Rp5.000 setiap malam untuk mendapatkan akses listrik saat berdagang.

Sejumlah pedagang menyebut pembayaran tersebut sudah berlangsung dalam kegiatan usaha mereka pada malam hari. Listrik itu mereka gunakan untuk penerangan lapak, pengisian daya peralatan, dan kebutuhan operasional lainnya.

Salah seorang pedagang mengatakan biaya Rp5.000 per malam membantu mereka menjalankan aktivitas perdagangan setelah matahari terbenam. Namun, pedagang mengaku tidak mengetahui secara jelas dasar penarikan biaya tersebut.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan dari masyarakat. Warga meminta pihak terkait menjelaskan pihak yang melakukan pungutan serta dasar pengelolaan listrik di kawasan tersebut.โ€œKalau memang ada biaya listrik, masyarakat perlu mengetahui siapa yang memungut dan ke mana dana itu disalurkan,โ€ ujar seorang warga yang sering melintas di kawasan Gedung Nasional.

masyarakat juga berharap pemerintah daerah memberikan keterangan terbuka mengenai pengelolaan fasilitas listrik bagi para pedagang. Transparansi dinilai penting agar tidak muncul dugaan atau kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Hingga kini, masyarakat masih menunggu penjelasan dari pihak yang berwenang terkait mekanisme penarikan biaya listrik sebesar Rp5.000 per malam kepada pedagang kaki lima di depan Gedung Nasional Kota Sungai Penuh.

Shares