Sungai Penuh – Sejumlah traffic light dan warning light di Kota Sungai Penuh saat ini mati total. (08/07)
Pemerintah Kota Sungai Penuh mengakui anggaran daerah belum mampu membiayai pembangunan maupun penggantian perangkat traffic light dan warning light yang mengalami kerusakan.
Sebagai langkah solusi, Pemerintah Kota Sungai Penuh mengajukan proposal bantuan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan. Pemkot berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan anggaran agar fasilitas pengatur lalu lintas kembali berfungsi.
Pemkot menilai keberadaan traffic light dan warning light sangat penting untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Selain mengatur arus kendaraan, perangkat tersebut juga membantu mengurangi potensi kemacetan dan kecelakaan, terutama di persimpangan yang memiliki volume kendaraan tinggi.
Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap proposal tersebut mendapat respons positif dari Direktorat Jenderal Perhubungan.
Jika bantuan disetujui, proses pembangunan dan penggantian perangkat dapat segera dilakukan sehingga masyarakat kembali menikmati lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar.
Sementara menunggu realisasi bantuan, pemerintah mengimbau seluruh pengendara agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi persimpangan yang belum memiliki lampu pengatur lalu lintas yang berfungsi. Pengguna jalan juga diminta mematuhi rambu-rambu dan mengutamakan keselamatan selama berkendara.
Pemerintah Kota Sungai Penuh meminta masyarakat bersabar dan memahami kondisi keuangan daerah yang saat ini belum memungkinkan untuk membiayai pembangunan maupun penggantian traffic light dan warning light yang rusak.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, pemerintah tetap berupaya menghadirkan solusi dengan mengajukan proposal bantuan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan.
Pemkot berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat segera terealisasi sehingga fasilitas pengatur lalu lintas kembali berfungsi dan keselamatan pengguna jalan semakin terjamin.

