Luhah.com – Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh, Bovi Handriayanto, S.Pd., M.M., menghadiri kegiatan Konsolidasi Daerah Pendidikan Dasar dan Menengah Provinsi Jambi Tahun 2026 di Hotel Wiltop pada 4–6 Maret 2026. Ia datang bersama Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Mira Satriani, M.Pd., Kabid PTK Deri Nopalion, S.Pd., serta Staf Bidang Dikdas Mutiawati, S.Pd., M.M.
Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jambi menginisiasi kegiatan ini untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan kebijakan pendidikan.
Forum konsolidasi ini membahas berbagai strategi untuk menyelaraskan perencanaan, pelaksanaan program, pengendalian kebijakan, serta penguatan penjaminan mutu pendidikan di daerah. Program prioritas dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia membutuhkan dukungan dan kesiapan pemerintah daerah agar implementasi berjalan selaras dengan arah kebijakan nasional.
Peserta kegiatan juga menyoroti sejumlah tantangan dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan. Beberapa daerah masih menghadapi kendala koordinasi, perbedaan pemahaman terhadap kebijakan, serta variasi kapasitas dalam menerjemahkan kebijakan ke dalam praktik di lapangan. Karena itu, Unit Pelaksana Teknis Kemendikdasmen memegang peran penting sebagai penghubung antara kebijakan pusat dan pelaksanaan di daerah.
Melalui forum ini, peserta memperkuat kesamaan persepsi dan meningkatkan koordinasi antar pemangku kepentingan. Langkah ini diharapkan mendorong kebijakan pendidikan berjalan lebih efektif dan memberi dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan.
Kegiatan konsolidasi juga membahas beberapa agenda penting, yaitu:
Kebijakan Akreditasi Satuan Pendidikan, yang dipandu oleh Kepala Badan Akreditasi Nasional Provinsi Jambi.
Program kerja sama bahasa dan literasi daerah bersama Balai Bahasa Provinsi Jambi.
Integrasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) dengan kearifan lokal daerah.
Melalui pembahasan tersebut, peserta menyepakati penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) yang terintegrasi dengan budaya daerah. Program ini akan berlangsung serentak di berbagai daerah dan menargetkan apresiasi Rekor MURI pada Februari 2027.
Ditulis oleh: Medio Oktaviano

