SUNGAI PENUH – Pedagang Pasar Tanjung Bajure kembali meluapkan kekecewaan terhadap kebijakan Pemerintah Kota Sungai Penuh. (19/04)
Mereka memilih berjualan di badan Jalan M. Yamin setelah menilai pemerintah tidak konsisten dalam menertibkan dan merealokasi pedagang kaki lima (PKL).Sejumlah pedagang terlihat kembali menggelar lapak di sepanjang Jalan M. Yamin. Kondisi ini memicu kemacetan dan mengganggu ketertiban, namun para pedagang mengaku tidak memiliki pilihan lain.
“Kami mendukung program pemerintah, tapi kami butuh keadilan. Pemerintah tidak tegas menertibkan semua pedagang,” ujar salah seorang pedagang di lokasi.
Pedagang menilai pemerintah kota bersikap tidak adil karena hanya menertibkan sebagian PKL, sementara pedagang lain tetap berjualan tanpa penindakan. Ketidakkonsistenan ini memicu ketidakpuasan dan mendorong mereka kembali ke badan jalan.
Selain itu, pedagang juga menyoroti lokasi relokasi yang dinilai kurang strategis. Mereka mengaku kesulitan mendapatkan pembeli saat berjualan di tempat yang disediakan pemerintah.
Para pedagang berharap Pemerintah Kota Sungai Penuh segera mengambil langkah tegas dan konsisten dalam menegakkan aturan. Mereka juga meminta pemerintah menyediakan solusi relokasi yang layak dan mampu mendukung keberlangsungan usaha mereka.
Hingga saat ini, aktivitas jual beli di badan Jalan M. Yamin masih terus berlangsung. Kondisi ini menunjukkan perlunya langkah cepat dan terukur agar penataan pasar berjalan efektif tanpa merugikan pedagang.

