SUNGAI PENUH – Tensi politik menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Sungai Penuh semakin memanas. Dugaan pemecatan enam pengurus kecamatan (PK) Partai Golkar Kota Sungai Penuh memicu gelombang protes dari internal partai.
Situasi ini mencuat setelah enam Ketua PK Golkar menyampaikan keberatan atas keputusan yang mereka nilai sepihak. Mereka juga mengajukan mosi tidak percaya terhadap kepengurusan DPD Golkar Kota Sungai Penuh saat ini.
Informasi yang berkembang di internal partai menyebutkan, pemecatan tersebut berkaitan dengan sikap politik enam Ketua PK yang tidak sejalan dengan pimpinan DPD Golkar Kota Sungai Penuh.
Sebelumnya, enam Ketua PK itu menyatakan dukungan kepada bakal calon Ketua DPD Golkar Sungai Penuh, Beni Wirsa, menjelang pelaksanaan Musda.
Enam Ketua PK Golkar yang menyampaikan protes yakni Aries Pratama dari PK Sungai Penuh, Dedet Kurniawan dari PK Pondok Tinggi, Master dari PK Pesisir Bukit, Firdaus dari PK Kotobaru, Yan Aktiva dari PK Hamparan Rawang, serta Hendro Joni dari PK Kumun Debai.
Mereka menilai keputusan pemecatan tidak melalui mekanisme organisasi yang jelas. Selain itu, mereka meminta DPD Partai Golkar Provinsi Jambi turun tangan untuk menyelesaikan persoalan internal tersebut.
Konflik internal ini diperkirakan akan memengaruhi dinamika Musda Golkar Kota Sungai Penuh yang dalam waktu dekat berlangsung di Jambi.
Hingga berita ini terbit, pihak DPD Golkar Kota Sungai Penuh belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pemecatan enam Ketua PK tersebut.

