Walikota Sungai Penuh Bantah Isu : "Qurban Harus Ikhlas, Bukan Paksaan"Foto : Walikota Sungai Penuh menyampaikan bahwa isu pemaksaan qurban tidak benar.

SUNGAI PENUH – Walikota Sungai Penuh, Alfin Bakar SH membantah isu intimidasi terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) dan kepala desa terkait pelaksanaan qurban Iduladha 1447 Hijriah/2026.

Alfin menegaskan, pelaksanaan qurban di Kota Sungai Penuh berlangsung secara sukarela. Pemerintah tidak pernah memaksa ASN maupun kepala desa untuk ikut berqurban.“Tidak ada intimidasi terhadap ASN maupun kepala desa untuk ikut berqurban. Semua berlangsung sesuai kemampuan dan niat masing-masing,” Ujarnya Pada Upacara Hari Kebangkitan Nasional, di Halaman Kantor Walikota Sungai Penuh Selasa (20/5/2026).

“Tidak ada intimidasi terhadap ASN maupun kepala desa untuk ikut berqurban. Semua berlangsung sesuai kemampuan dan niat masing-masing,” kata Alfin, Selasa (20/5/2026).

Ia menyebut qurban merupakan ibadah yang mengutamakan keikhlasan. Karena itu, pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan atau instruksi yang bersifat wajib.

“Qurban adalah ibadah. Semua harus berlandaskan keikhlasan, bukan tekanan,” ujarnya.Alfin juga meminta masyarakat lebih bijak menyikapi informasi yang beredar. Ia mengimbau warga tidak mudah percaya pada isu yang belum jelas sumbernya.

Alfin menyampaikan, masyarakat perlu menjaga suasana tetap kondusif menjelang Hari Raya Idul adha. Ia berharap kebersamaan dan persatuan warga tetap terjaga. “Kami ingin suasana Iduladha tetap harmonis dan penuh kebersamaan,” ucapnya.

Sejumlah ASN dan perangkat desa di Sungai Penuh mengaku tidak menerima tekanan terkait qurban. Mereka mengikuti qurban atas kesadaran pribadi untuk berbagi dengan masyarakat.

Ppemerintah Kota Sungai Penuh memastikan seluruh kegiatan keagamaan menjelang Iduladha 2026 berjalan secara transparan, penuh kebersamaan, dan tanpa tekanan terhadap pihak mana pun. (Medio)

Shares