Kairo, Mesir – Mahasiswi Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (HI UMY), Famelia Zhafirah Alya Putri, mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kompleks Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo, Senin (1/6/2026). Saat ini, Famelia menjalani program magang di KBRI Kairo.
KBRI Kairo menggelar upacara tersebut secara khidmat. Para diplomat, staf KBRI, guru dan tenaga pendidik Sekolah Indonesia Kairo, mahasiswa Indonesia, serta masyarakat Indonesia di Mesir turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momen penting bagi warga Indonesia di luar negeri. Melalui kegiatan ini, mereka mengenang lahirnya dasar negara sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah lingkungan internasional yang beragam.
Bagi Famelia, upacara kenegaraan di luar Indonesia menghadirkan pengalaman yang berbeda. Ia merasakan kebanggaan dan haru karena tetap dapat memperingati Hari Lahir Pancasila meskipun berada jauh dari tanah air.
“Mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila di KBRI Kairo terasa sangat bermakna karena saya berada jauh dari Indonesia dan hidup di lingkungan internasional. Saya merasa bangga sekaligus haru karena tetap bisa mengikuti upacara kenegaraan saat berada di luar negeri,” ujarnya.
Famelia menilai suasana khidmat selama upacara menjadi momen yang paling berkesan. Menurutnya, identitas sebagai bangsa Indonesia tetap menyatukan seluruh warga negara meskipun mereka tinggal di negara yang berbeda.
“Ketika upacara berlangsung, saya menyadari bahwa meskipun kami berada jauh dari Indonesia, identitas sebagai bangsa Indonesia tetap menyatukan seluruh warga negara yang sedang berdiaspora,” katanya.
Pengalaman tinggal dan belajar di luar negeri juga memberi perspektif baru bagi Famelia dalam memaknai Pancasila. Ia tidak lagi melihat Pancasila hanya sebagai materi yang dipelajari di ruang kelas. Kini, ia memahami Pancasila sebagai nilai hidup yang membentuk identitas kolektif masyarakat Indonesia di berbagai belahan dunia.
“Di luar negeri, saya melihat Pancasila bukan hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai identitas yang menyatukan orang Indonesia di tengah lingkungan yang sangat beragam. Hal itu terlihat dari kebersamaan seluruh elemen masyarakat Indonesia di Mesir saat memperingati Hari Lahir Pancasila,” jelasnya.
Sebagai mahasiswa Hubungan Internasional, Famelia juga melihat relevansi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan global yang semakin kompleks. Ia menilai prinsip kemanusiaan, persatuan, dan keadilan memiliki hubungan erat dengan upaya membangun hubungan harmonis antarbangsa.
Pengalaman magang di lingkungan diplomatik semakin memperluas pemahamannya. Ia menyaksikan secara langsung bagaimana Indonesia menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam diplomasi dan kerja sama internasional.“Tema upacara tahun ini adalah Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia. Selama magang di KBRI Kairo, saya melihat Indonesia membawa nilai persatuan dan perdamaian tersebut dalam praktik diplomasi internasional,” tuturnya.
Melalui pengalaman itu, Famelia semakin memahami bahwa Pancasila tidak hanya menjadi fondasi kehidupan berbangsa di dalam negeri. Pancasila juga menjadi identitas yang selalu menyertai warga Indonesia dalam pergaulan global.
Bagi generasi muda Indonesia di luar negeri, peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum untuk menjaga jati diri kebangsaan sekaligus memperkuat peran Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung keberagaman, persatuan, dan perdamaian dunia.

