Sungai Penuh — Isu dugaan intimidasi yang menyeret nama Walikota Sungai Penuh, Alfin Bakar SH terhadap staf di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh akhirnya gugur setelah muncul daftar resmi peserta kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Daftar tersebut menunjukkan peserta kurban hanya berasal dari kalangan pejabat daerah. Tidak ada nama staf biasa dalam daftar peserta kegiatan kurban itu.
Fakta tersebut sekaligus memperjelas bahwa para pejabat mengikuti kegiatan kurban secara sukarela tanpa tekanan terhadap staf di lingkungan pemerintah kota.
Sejumlah kalangan menilai isu yang sebelumnya berkembang terlalu cepat menggiring opini publik tanpa melihat data yang sebenarnya. Kehadiran daftar peserta kurban kini memperkuat fakta bahwa staf tidak ikut dalam kegiatan tersebut.
Isu Liar Tersebut Dibantah langsung oleh Walikota Sungai Penuh, Alfin Bakar di Halaman Kantor Walikota Sungai Penuh.
“Isu intimidasi terhadap staf di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk ikut berkurban tidak benar dan tidak berdasar. Kegiatan kurban Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M murni partisipasi sukarela dari para pejabat daerah yang berkeinginan untuk berbagi dan beribadah. Tidak ada kewajiban maupun tekanan kepada staf untuk ikut berkontribusi.”
Walikota Sungai Penuh juga menegaskan bahwa daftar peserta kurban menunjukkan tidak adanya keterlibatan staf biasa dalam kegiatan tersebut.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya. Pemerintah Kota Sungai Penuh tetap menjunjung keterbukaan, kebersamaan, dan suasana kerja yang harmonis di lingkungan pemerintahan,” ujarnya

