TNI Al berdoa sebelum pencarian 5 Jurnalis hilang kontak saat meliput gunung Anak KrakatauTNI Al berdoa sebelum pencarian 5 Jurnalis hilang kontak saat meliput gunung Anak Krakatau

Jakarta, Luhah.com – Suasana pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal berubah menjadi perhatian besar setelah mereka kehilangan kontak saat menjalankan tugas jurnalistik di sekitar Gunung Anak Krakatau. Mereka berada di kawasan tersebut untuk meliput aktivitas letusan gunung api yang kembali menunjukkan gejolak.

Presiden Prabowo Subianto langsung meminta TNI Angkatan Laut bergerak mencari delapan orang tersebut. Prabowo menerima laporan mengenai hilangnya kontak itu pada Senin malam dan segera meminta Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) mengerahkan kekuatan untuk membantu pencarian.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Prabowo meminta jajaran TNI AL bertindak cepat. TNI AL kemudian mengirim kapal untuk menyisir wilayah yang menjadi titik terakhir komunikasi para jurnalis dan kru kapal.

“Pak Presiden tadi malam mendapat laporan terkait lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak. Beliau langsung memerintahkan KSAL untuk mengerahkan kekuatan guna mencari mereka,” kata Teddy.

KSAL kemudian melaporkan perkembangan operasi pencarian. Sebanyak 11 kapal gabungan bergerak menyisir perairan sekitar lokasi untuk mempersempit area pencarian.

Tim gabungan mengoperasikan KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, KRI Lepu-861, KAL Anyer 1-3-64, KAL Pohawang I-3-30, RBB Peucang Lanal Banten, RHIB SAR 02 Banten, RHIB SAR 02 Lampung, KN SAR Tetuka-247, KN SAR Basudewa-224, serta KP Sanjaya-7017.

Kapal-kapal tersebut menyusuri sejumlah titik yang memungkinkan untuk menemukan jejak keberadaan para jurnalis dan kru kapal. Tim pencari juga terus berkoordinasi untuk memperluas penyisiran dan mempercepat proses pencarian.

Kabar hilangnya kontak lima jurnalis di tengah aktivitas Anak Krakatau tentu menimbulkan kekhawatiran. Para jurnalis menjalankan tugas untuk menghadirkan informasi kepada masyarakat, tetapi kondisi di sekitar gunung api dan perairan dapat berubah cepat sehingga pencarian membutuhkan ketelitian sekaligus kecepatan.

Teddy berharap tim gabungan segera menemukan seluruh jurnalis dan kru kapal dalam kondisi selamat. Pemerintah juga terus memantau perkembangan operasi pencarian yang melibatkan unsur TNI AL dan tim SAR. (***)

Shares